Senin, 08 November 2010

Tak seperti nyiur juga matahari

Aku tak kuat melihat sinar matahari
Namun aku sadar dia yang terangi hariku
Namun aku mengerti dia yang tuntun jalanku

Lambai nyiur di pantai tenangkan letihku
Namun dia tak sadar aku selalu memikirkannya
Namun dia tak sadar aku selalu merindukannya

Entah sampai kapan aku malu melihat matahari
Entah sampai kapan nyiur menatap aku penuh curiga

Aku dan dia tak seperti nyiur juga matahari

Bungaku

Aku punya bunga
Harumnya hiasi hari2ku
Selalu ku jaga dan ku siram dengan air mata
Tak ingin ada yang memetiknya

Begitu indah bungaku, tak jenuh2 ku memandang
Ku buatkan taman dan ku pagari bungaku
Akan kupetik bila saatnya tiba

Kamis, 04 November 2010

Menunggu

Di waktu malam, hujan lebat turun di kota itu 
Berdesir air mengalir menerpa gorong2 di sebrang gang yang sebelumnya tampak sunyi

Di ujung gang aku menunggu kekasihku
Sudah cukup lama aku menunggunya

Tak ada kabar dari kekasihku
Para pembersih kota datang
Cahaya itu pun datang 
Tetapi kekasihku tak kunjung datang

Aku tetap menunggu kekasihku

Rindu Ibu

Aku bersedih kepada semua kisah yang telah aku ciptakan 
Kisahku bak panasnya bara api, bagai hujan yang menghancurkan hijaunya padi

Ada sungaiku, sungai segarkan tubuh yang kerontang
Ada hutanku, hutan membentuk jiwa

Ada ibuku yg sedang menanak nasi dari jagung
Ibuku selalu ada disampingku saat panas dan hujan

Saat ini aku jauh dari sungaiku dan hutanku pun ibuku

Rabu, 03 November 2010

Kilau kota

Aku berjalan melalui sepih
Bernyanyi melewati ramai 

Aku takut jatuh
Lantas tercebur dalam gorong2 kota yang kotor

Untuk orang muda

Hening mencekam..
Hilang muncul suara jangkrik

Suaramu seperti suara tuhan
Melawan ketidakadilan, ketamakan..

Bersihkan kuku2 kotor yg muntahkan bau tak sedap dari tangan setan2 pertiwi

Orang muda..
Negeri ini ada dipundakmu
Teruslah berjalan meski tertatih2

Bawalah hingga ke puncak
Menuju tentram kertaraharja

Rsud dr.soetomo sby feb 2010

Nafasmu sakit tersengal
Ucapmu lebih dari sekedar ucapan
Kau terlibat dalam drama sang pencipta dan
Tertidur santun di atas sucinya warna

Sejenak hilang mimpi di batimu
Betapa hebatnya dirimu kemarin
Kini kau nampak tua dan lelah
Beribu pembunuh racun telah kau telan dalam tubuhmu 

Dalam doa 
Ayah.. semoga lekas pulih ya

Selasa, 02 November 2010

Semangat teman

Rapuh..
Tenggelam di ujung gelisah
Lelah hampirimu
Kau tergoda oleh nafas zaman

Di kota mati mimpimu tertinggal
Jika saatnya tiba, aku ingin duduk di beranda rumah denganmu
Ayunkan kaki tanpa lelah, mainkan tangan dan lepas di ujung mata
Ceritakn tentang masa lalu kita

Teman.. aku rindu semangatmu


Aku cinta kamu

Kaulah inspirasiku, semangat perjalanan hidupku
Tetaplah disini, temani aku dalam setiap langkahku

Maafkan aku buatmu bersedih
Aku akan berubah seperti yang kau ingin
Untuk cinta kita, hari ini, dan selamanya

Aku yakin dengan apa yg aku katakan ini..

Surat dari teman

Teman,,kisahmu seperti kisahku
Tak ubahnya bak seorang pecundang

Kerikil dijalan jatuhkan mimpi kita
Air yang segar tertawakan harapan kita

Iya,,hanya mimpi yang mampu mengangkat kita dan
Indahnya harapan yang membuat kita tertawa menang

Kita bernilai bagi sesama sampai kita tua dan mati

Semangat teman,,jangan terlalu lama kau lipat tanganmu

Aku milikmu

Aku ingin bahagiakanmu, itu mimpiku..
Aku ingin kau tetap tersenyum, itu janjiku..

Maafkan aku jika semua tingkahku salah dibatinmu..

Aku adalah aku..

Takan ada seorangpun yang mengerti akan semua yang aku rasakan, dalam hatiku, sabdaku, dan senyumku..

Aku milikmu..