Rabu, 16 April 2014

Berjalan dengan kekasih

Kekasihku, datanglah padaku
Mari kita pergi melihat mawar yang sedang mekar

Kita akan berjalan menyusuri sungai
mengikuti derasnya air yang tertawa melukis kesepian
Aku akan selalu didekatmu memegang erat 
tangamu agar kau tak terantuk batu dan terjatuh

Kekasihku, janganlah engkau lelah
Tinggal setapak lagi kita akan 
menemukan mawar yang sedang mekar

Janganlah engkau lelah
Janganlah engkau letih..

Kekuatan mimpi

Angan2ku melayang-layang
Setinggi gunung sedalam lautan
Akan ku daki coba ku sebrangi
Sekuat2ku semampuku

Pernah ku terjatuh jauh di anganku
Ku temukan duka ku dapati luka
Ku coba hadapi-coba jalani
Sekuat2ku semampuku

Aku bertahan coba bertahan
Seperti bintang bagai sang surya
Ku taklukan gelap ku lawan hari
Sekuat2ku semampuku

Ingin kunyatakan mimpiku
Yakin bisa ku nyatakan mimpiku
Pasti bisa ku nyatakan mimpiku

Wahai tuhan sumber gembiraku
Mohon tuntun hambamu

Menunggu

Dia selalu menjaga setiap helai rambutnya
Dia selalu melindungi seluruh kulit tubuhnya
Hanya angin yang boleh membelainya
Hanya daun yang bisa menyentuhnya

Dalam darahnya mengalir cinta yang suci
Kukunya yang kotor di buang dibawa tempat tidurnya
Dia berbicara dengan air matanya
Dia bercerita dengan sabar di dadanya

Politik

Kamar buruh tani sangat jauh dengan istana penguasa
Meja kaum miskin sangat kecil untuk p
esta perjamuan raja

Mereka lalu berjalan menuju kotak rahasia demokrasi yang s
eharusnya disuarakan

Ada yang jujur mengikuti nurani   

Ada juga yang tidak jujur dan menjadi pelayan penguasa dan raja yang tamak 

Diseberang taman

Ada taman yg indah di seberang jalan
Muda-mudi yg kasmaran sedang berbagi
Sepasang keluarga berada di pojok taman
Paras mereka bahagia, canda tawa penuh cinta

Ada yg sedang sedih di seberang taman
Lelaki usia kepala lima duduk bersama kosong
Semu mengawang di pikiran

Lelaki usia kepala lima duduk bersama kosong
Berharap datang kembali masa2 indah
Seperti dalam taman di seberang jalan

Perkampungan dan perumahan

Perkampungan dan perumahan
Ada yang pernah mencari perbedaanya?

Pintu dan langit kita sama
Aku tak membawa apa-apa saat aku pulang


Aku hanya menemukan tentang bagaimana tangan yang 
memberikan dasar dan kaki yang memadukan tujuh titik sudut dan 
membentuk rangka kehidupan

Apa peganganku?
Apa pijak tumpuku?

Tentang kasih

Kadang cinta bisa membunuh
Kadang kasih mengharap kembali
Aku butuh kamu
Aku pilih kamu
Lakukanlah dengan sepenuh hati

Tentang kita

Mari dekat padaku jelitaku
Ceritakan tentang kita berdua saja jangan 
yang lainnya

Duduklah juga dengan mereka
Dengarkan mereka bicara
Renungkan saja
Jadilah pendengar yang baik

Marilah kekasihku

Kita belajar perihal keseimbangan

Kesetiaan

Duduk..
Kaulah sandaran hati, tumpu segala kurangku

Berdiri..
Aku ingin berjalan berdua saja denganmu dalam masa depan

Tidur..
Setiap aku bangun pada siang dan malam aku melihatmu disampingku

Mati..
Aku mencintaimu sampai aku tak kuat lagi duduk dan berdiri dan tidur untuk selamanya

Teman dan gitar

Teman, mainkan gitarmu
Rangkai kembali nada2 yg terpenggal
Teman, petik senar rindumu
Hingga nanti kita bersua


Biarkan jemarimu tetap menari
Aku bisa merasakannya


Kidungkan lagu tentang kita
Akupun sedang berpetik rindu


Sedang ku cari jejak jemarimu di gitar tua milikku

Perihal kebaikan

Pena sudah lama tak ku genggam
Aku lupa darimana tuk mulai melukis hidup

Buku-buku telah habis ku bakar
Aku kehilangan kunci tuk menggenggam dunia

Petuahmu tak lagi ku dengar
Aku sukar berbicara perihal kebaikan

Aku tertawa sendiri
Aku tak pernah mengalah

Aku adalah uang

berdua berjalan menuju ruang
sudut gelap penuh memeluk
tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang

rangka rumah diam terpaku
kuda-kuda sulit bernafas
bumbungan langit menjerit pilu

dipaksa, terpaksa, jadi terbiasa?
sudah terbiasa? entahlah,.

ada senyum cantik berhias getir
ada tawa manis tapi terasa anyir

Dinding mulai memudar
Ornamentasi hanya topeng
lantai di injak tanpa permisi

tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang
berdua saling berpeluk peluh
nikmat mendesah memecah ruang