Rabu, 12 Desember 2012

Syair sepanjang jalan

Ku tulis syair di sepanjang jalan
Bersama desiran angin yang berhembus menerpa pikiranku

Debu sudah tak bisa ku hindari
Kerikil penghias jalan tertawakan khayalku

Ku teruskan mencari dan berkhayal yang indah2

Untuk anakku

Anakku tersayang..
Aku sudah tidak kuat lagi langkahkan kaki juga gerakan tangan
Tetap pastikan langkah mimpimu untuk terbang dan temukan awan cerah 

Jika kelak kamu telah menjadi 'manusia' tetaplah rendah hati

Jangan biarkan kukumu panjang karena 
ayah akan menyebut kamu orang yang malas dan bukan pekerja keras

Jangan memakai lipstik karena 
ibu akan sedih dan mengatakan kepadamu kamu anak yang sombong dan tidak menghargai orang lain