Senin, 20 April 2015

Kopi dan rokok

Kalian terlihat sangat buruk saat aku sedang sakit

Menjadi hitam di gua bercadar kelelawar-gelap menakutkan
Menjadi asap di cerobong pabrik kimia-tebal pekat mematikan

Mata merah melihatmu
Tangan kuning menyentuhmu
Bibir hitam layu memelukmu

Saudaraku jauh di pulau

hanya lewat telepon

jarak masih saja terentang
tangan sudah cukup lama tak bersalam

aku menulis rindu ini di sudut tanah lapang dusun,
di malam yang dingin dan sepih, ada bayangmu menari


aku melihat burung2 muda bernyanyi di kebun,
di pagi berkabut rendah, aku terngiang dirimu

saudaraku apa kabarmu

pulanglah di musim tanam ini, tinggallah beberapa hari disini
kita membersihkan rumput di kebun, menebas ranting2 pohon yang mengganggu,
membakar daun2 yang telah gugur, dan menyusun kembali batu dan kerikil yang berserak

kau boleh kembali setelah kebun kita bersih
kau boleh kembali untuk menantang hidup
kami menunggu kabarmu disini

hanya lewat telepon

Desa

Paya lolon
Ue tenunu 
Ikan sembe berome 
Suka sibo-muda piuk

Go dila limam

Kau duduk dan kau santap aku
Kau minum tuak. Kau terlihat kenyang hampir tak sadarkan diri

Lucunya, kau kemudian bercerita;
"Aku mencari ilmu dan mendapat banyak rezeki disana, aku lebih bahagia tinggal di sana"


Aku sedih mendengarnya, waktu yang berlalu, kau meninggikan kota dan merendahkan aku