Bibirnya yang indah merekah memberi kecupan padaku
Tangan kirinya melingkar lembut pada sayap pinggangku
Tangan kanannya berbelati merayap merobek jantung dan hatiku
Saudara sahabat, coba baca sejenak lima syair kehidupan yg ku paku dalam kotak ini. Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari saya.
Jumat, 14 Februari 2014
Pemulung
Jarinya menari lincah diatas tumpukan sampah
Keringat hebat berlari dipundaknya
Diam tanpa suara ia berjalan menyusuri
kehidupan
Gelap dan terang pilu menyaksikan
Ia terus mencari dan tak pernah menyerah
Sampai genggam menang di tangan
Betapa kejam dunianya
Ia bertumpuh hidup pada tumpukan sampah
Betapa kejam dunianya bernafas saja terasa begitu sulit
Bijaksana
Mata memandang sudut dengan luas
Mulut tak mengeluarkan kata bertuba
Tangan tak menyimpan picik di belakang
Kaki bergerak maju tak ragu-ragu
Supaya orang tak menyebut kita budak zaman
Langganan:
Postingan (Atom)