Jumat, 14 Februari 2014

Wanita

Bibirnya yang indah merekah memberi kecupan padaku

Tangan kirinya melingkar lembut pada sayap pinggangku

Tangan kanannya berbelati merayap merobek jantung dan hatiku

Pemulung


Jarinya menari lincah diatas tumpukan sampah
Keringat hebat berlari dipundaknya
Diam tanpa suara ia berjalan menyusuri kehidupan

Gelap dan terang pilu menyaksikan
Ia terus mencari dan tak pernah menyerah
Sampai genggam menang di tangan

Betapa kejam dunianya
Ia bertumpuh hidup pada tumpukan sampah
Betapa kejam dunianya bernafas saja terasa begitu sulit

Bijaksana

Mata memandang sudut dengan luas
Mulut tak mengeluarkan kata bertuba
Tangan tak menyimpan picik di belakang
Kaki bergerak maju tak ragu-ragu

Supaya orang tak menyebut kita budak zaman