Rabu, 12 Desember 2012

Syair sepanjang jalan

Ku tulis syair di sepanjang jalan
Bersama desiran angin yang berhembus menerpa pikiranku

Debu sudah tak bisa ku hindari
Kerikil penghias jalan tertawakan khayalku

Ku teruskan mencari dan berkhayal yang indah2

Untuk anakku

Anakku tersayang..
Aku sudah tidak kuat lagi langkahkan kaki juga gerakan tangan
Tetap pastikan langkah mimpimu untuk terbang dan temukan awan cerah 

Jika kelak kamu telah menjadi 'manusia' tetaplah rendah hati

Jangan biarkan kukumu panjang karena 
ayah akan menyebut kamu orang yang malas dan bukan pekerja keras

Jangan memakai lipstik karena 
ibu akan sedih dan mengatakan kepadamu kamu anak yang sombong dan tidak menghargai orang lain

Selasa, 27 November 2012

Restu

Kita adalah hati yang tertindas
Restu dunia jauh dengan harapan
Mereka tak mengerti hati yang menyatu
Dan biarkan berserak bagai daun gugur

Adakah cerita yang menetes dari bibirnya
Tawarkan mereka, sadarkan mereka
Kita sudah saling cinta
Kita ingin saling menjaga untuk selamanya

Restu, menganiaya rinduku
Berharap restu menyatukan hati
Restu, menganiaya rinduku
Akankah restu menyatukan hati

Mengapa terjadi kepada kita
Haruskah kita yang terluka
Haruskah kita yang terlepas?

Ku bahagia dengan pertemuan ini


Kau yang terindah dari beribu yang ku cari
Kau selalu didekatku saat dunia tinggalkanku

Ku berikan cinta bagi hati yang damai
Dan hanya untukmu takan pernah aku sesali

Jujur ku bahagia dengan pertemuan ini

Rindu

Malam sunyi aku mencarimu
Di ruang rindu aku tersesat
Sandaranku mengapa terjadi
Hati tak tenang menunggumu

Dalam termangu masih tentangmu
Selang waktu aku menangis
Sandaranku mengapa terjadi
Hati tak tenang menunggumu

Luangkan waktu sejenak denganku
Biarkan aku mendekap dipelukanmu
Luangkan waktu sejenak denganku
Ingin ku dengar ceritamu yang menenangkan

Bungaku

Pagiku kembali dan ku lihat bungaku
Indah merekah, harumnya menenangkanku
Sungguh menenangkanku

Ku jaga selalu dari cahaya dunia 
Dengan airmata aku segarkan  
Aku segarkan harinya

Akan ku petik bila saatnya tiba
Akan ku jaga selalu selamanya

Indah merekah-rekah bungaku

Berjalan tanpamu

Ku lewati malam
Tanpa cahaya cinta darimu dan
Terbiasa berjalan di kota ini sendiri
Di kota ini sendiri

Mereka bisa mendengar
Namun tak mengerti ceritaku
Dalam hati penuh duka, ku berpura ceria
Aku berpura ceria

Coba ciptakan lagi cerita baru di kota ini
tuk hilangkan masa laluku

Coba terus berjalan walau tanpa tuntun darimu dan
biarkan semuanya pergi

Cinta yang berlalu

Sudah berulangkali
dia ceritakan mimpi itu padamu
Namun tak mengerti
Sungguh engkau tak mengerti

Sudah berulangkali
dia hadir dalam mimpi-mimpimu
Namun tak mengerti
Sungguh engkau tak mengerti

Harusnya engkau sadari
Karna cinta yang kau cari itu ada pada dia
Harusnya engkau sadari
Karna mimpi yang kau ingin itu ada pada dia

Tanyakan pada hatimu, kembali pada hatimu,
pastikan pada hatimu dia yang kau cari

Lupakan dia

Ku lihat engkau menangis memikirkan dia
Ku tahu engkau terluka mengenangkan dia

Dia, itukah dia cinta, yang hancurkan hatimu,
yang hancurkan hidupmu

Dia, itukah dia cinta, sudah lupakan saja dia
Biar-biarkan dia pergi

Lepaskan segalanya..

Kau menutup jalan ini

Ku merasakan
Hangat pelukmu tak seperti yang dulu
Dan kini ku sadari
Kau tlah temukan cinta yang baru

Bila memaksamu
Hanya menambah luka sukma
Relakan, ku relakan
Kau tercipta bukan untuk diriku

Pergilah, lepaskan tanganku
Biarkan ku berjalan tanpa dirimu
Pergilah, lepaskan tanganku
Ku tak percaya kau menutup jalan ini

November

Jauh,, pikiranku terbentuk tak berujung
Hitam dan putih mewarnai hidupku

Ku takan mati, ku teruskan mencari
Sampai saat ini ku tetap berharap

Semoga hari ini menjadi awal yang baik 
Semoga bulan ini menjadi awal yang indah

Kita tak bisa bersama

Kala ku sendiri, ku merindukanmu
Kala ku sendiri, ku mendambakanmu

Pernah kita coba tuk saling setia
Pernah kita coba tuk saling percaya


Kita tak pernah bisa tuk saling setia
Kita tak pernah bisa tuk saling percaya

Ku tak bisa terbang, terbang bersamamu
Berat hati terbang, terbang bersamamu

Cinta adalah kesesuaian jiwa


Lebih dari sekedar berpegang tangan
kau tlah memeluk hatiku erat
Bukan hanya sekedar penawar sepihku
kau tlah alirkan beribu kedamaian

Dapatkah kita tetap sejiwa 
sampai nanti maut yang memisahkan

Semoga cinta kita kekal abadi selamanya
Sampai nanti maut yang memisahkan

Datanglah terang

Datanglah terang peluk erat sepihku
Melukislah yang indah2 dihatiku

Datanglah terang peluk erat sedihku
Dan senandungkan nada2 harapan

Mencairkan yg beku..

Selasa, 02 Oktober 2012

Apa kabar indonesia

Apa kabar indonesia di hari ini

Apakah masih ada
Pengangguran, penggusuran, penindasan
Apakah masih ada
Kemurkaan, kebencian, kebusukan..

Apa kabar indonesia dihari ini

Apakah engkau tahu
Gemohing, sambatan, pelagandong
Apakah engkau tahu
Bantengan, serimpi, karapan sapi..

Hei orang muda selamatkan negerimu
Hei orang muda pertahankan budayamu

Boomerang tentang kita


Di ujung timur nusa bunga
Tertanam pesona lestari alamku
Disana tempat tumpah darahku
Terlahir sebagai pemuda harapan

Kisah hitam di tanahku
Kini menjadi sejarah yang panjang
Penuh kerinduan nurani berbisik
Ingin semua kebencian berakhir

Adonara..,
Ditengah genderang perang engkau bermimpi
Adonara..,
Ditengah laju kereta engkau merenung

Kau bermimpi, kau merenung,
tentang tentram nusamu
Kau bermimpi, kau merenung,
tentang tentram tanahmu.