Minggu, 19 Oktober 2014

Anak jalanan

Anak jalanan di antara hiruk pikuk kota
Musimnya bukan hujan.. bukan kemarau..

Ia melukis hidupnya dalam kolong jembatan pada setiap salib jalan

Kakinya telanjang dan tangannya meminta dengan sedikit malu

Anak jalanan terus berjalan

Kembali ke rumah

Bukan inginmu kau jajahkan koran di traffic light
Bukan niatmu kau jadi wanita penghibur di rumah merah

Karena terpaksa kau jadi pengemis di masjid
Karena tak ada yang peduli kau jadi pemulung dan makan dari tumpukan sampah


Kita di ajarkan meminta bukan memberi
Kita di ajarkan memakai bukan mencipta
Kita di ajarkan berbohong bukan jujur
Kita tidak menanam tapi menunggu di suap

Kembali ke rumah
Rumah adalah asal dan dasar

Sabtu, 18 Oktober 2014

Hidup

Api dan kayu memberi hidup
Air dan tanah membuat makanan

Hutan dan hujan membangun harapan
Cinta dan kasih pertemukan kita

Anak sungai

Anak sungai yg satu memanggil yg lainnya
Mereka bermain dengan deru air terjun
Mereka saling bersahutan dan berjalan menuju ke laut
Hutan dan pohon menjaga mereka bermain
Limbah dan sampah kemajuan datang mengganggu
Batu dan kayu peradaban di depan menghalangi
Pertengkaran pun tak terelakan
Hutan yang subur diperkosa dan tersiksa
Pohon bertekuk lutut dan tak bisa melerai pertengkaran
Anak-anak sungai itu akhirnya menjadi anak-anak yg kehilangan arah
Mereka merobohkan rumah kemajuan
Mereka meruntuhkan gedung peradaban
Mereka membunuh juga pemiliknya

Otak

coba ku atur lagi otakku
coba ku atur lagi mulutku
coba ku atur lagi tanganku
coba ku atur lagi kakiku

terlalu berat saat aku berpikir
terlalu besar saat aku berujar
terlalu keras saat aku berjabatan
terlalu tergesa-gesa saat aku menarik langkah

Aku ada untukmu

Aku tidak akan pergi meninggalkanmu
Aku masih disini.. aku masih ada..

Aku akan selalu bersamamu menatap langit biru 
Kepada hatiku setiap hari aku mengatakan ini..

Jumat, 17 Oktober 2014

Aku adonara

ini margaku
kami satu darah
bermula tubuh
berasal jiwa

ini rumahku
keluargaku
beratap kasih
berdasar cinta

ini desaku
kami terikat darah
berpegang tulus
berpijak benar

ini tanahku
tanah leluhurku
berpagar langit
berpatok bumi

Aku adonara 

Untuk maharani

Terima kasih maharaniku
Berpuluh tahun hidup bersamaku
Dalam suka, dalam duka
Dalam senang, dalam sedih


Terima kasih maharaniku
Berpuluh tahun menemani diriku
Melengkapiku, sempurnakanku
Menenangkanku, melegahkanku

Tetap jadi tangisku
Tetap jadi sabarku
Jangan pernah berubah cintamu padaku
Jangan pernah berubah cintamu untukku

Rabu, 08 Oktober 2014

Sarjana tani

Anakku tersayang..
Ayah dan ibu akan tiba di dermaga tanjung perak pukul 2 dini hari.

Tidurlah malam ini lebih awal ya nak. 
Bila kapal damping bersauh ayah akan menelponmu. 

Terimakasih ya nak..
Ibumu bahagia sekali, tidak sabar lagi melihatmu mengenakan toga itu.

Belum cukup berbakti

Ku tulis petuahmu dihatiku dengan cahaya tinta menyala
Agar jiwaku ini terang dari gelap


Maafkan aku adonara-indonesiaku
Aku masih belum cukup berbakti..

Hampa

Mulai kelam,..
Gerimis ragu jatuh
Bulan sembunyi takut
Sepih mendesak, Segala binasa, Hanya menanti


Malam buntu,..
Hampa mengigit, Angin bertuba
Ajal bertahta dan berkata “datanglah padaku, aku menantimu”

Perempuan sejati

Kekasihku apakah isi dadamu?
Sabarkah? Tangiskah?

Tatap matamu buat lidahku keluh
Langkah kakimu buatku salah langkah


Isi kantongku saja yang buatmu ramah merapat denganku
Lemari berbingkai emas dariku saja yang buatmu tersenyum padaku


Aku seperti lemak yang tak kau suka


Gelang emas dan cincin berbalut intan permata dariku saja yang buatmu mencium dan memegang erat tanganku
Sepatu kaca dariku saja yang buatmu bertekuk hormat padaku


Dirimu seperti lipstik, rekah sesaat..

Kekasihku,, kepadamu telah ku berikan semua yang terbaik..
Tapi bila saatnya tiba semua ini harus aku akhiri


Aku berkata kepadamu bahwa sederhana saja bila ingin jadi kekasihku
Tak perlu ini dan itu dan bila kau menampik maka pergilah, menghilang saja dariku, aku akan merasa lebih tenang


Jika ingin jadi kekasihku, jadilah sabar dan jadilah tangis. Itu yang aku mau..

Semangat kerja

Detak dinding memanggilku kembali
Tuhan berikan aku semangat. 
Aku tidak bersemangat hari ini.
Ingin tidur lagi tapi lapar
Ingin tidur lagi tapi tak lelap,
Kerja sudah menunggu.
Apakah yang harus aku lakukan??
Aku harus bersemangat mengumpulkan uang sebanyak2nya untuk orang2 tercinta


Aku bercerita kepadamu;
Semalam aku tidur dan bermimpi
Aku bermimpi bertemu sukses
Ia berdiri di sampingku dan menepuk pundakku
Ia menunjukan kepadaku peluang lewat lisan bibirnya
“bersemangatlah teman yang menentukan upah atau gajimu adalah dirimu sendiri,
Jangan tidur, bangun dan kejar mimpimu”.





Jelata

Aku bukanlah raja
Aku bukanlah penguasa

Aku hanyalah jelata;
Yang lapar di lumbung penuh padi
Yang miskin di dapur penuh emas
Yang bodoh dan di kuasai zaman


Para raja dan penguasa tutup mata
Ketika mereka membuka mata si lapar, si miskin, dan si bodoh telah menelanjangi mereka


Mereka semua berasal dari satu tangan
Raja dan penguasa terlihat jauh lebih buruk