Anak jalanan di antara hiruk pikuk kota
Musimnya bukan hujan.. bukan kemarau..
Ia melukis hidupnya dalam kolong jembatan pada setiap salib jalan
Kakinya telanjang dan tangannya meminta dengan sedikit malu
Anak jalanan terus berjalan
Saudara sahabat, coba baca sejenak lima syair kehidupan yg ku paku dalam kotak ini. Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari saya.
Minggu, 19 Oktober 2014
Kembali ke rumah
Bukan inginmu kau jajahkan koran di traffic light
Bukan niatmu kau jadi wanita penghibur di rumah merah
Karena terpaksa kau jadi pengemis di masjid
Karena tak ada yang peduli kau jadi pemulung dan makan dari tumpukan sampah
Bukan niatmu kau jadi wanita penghibur di rumah merah
Karena terpaksa kau jadi pengemis di masjid
Karena tak ada yang peduli kau jadi pemulung dan makan dari tumpukan sampah
Kita di ajarkan meminta bukan memberi
Kita di ajarkan memakai bukan mencipta
Kita di ajarkan berbohong bukan jujur
Kita tidak menanam tapi menunggu di suap
Kembali ke rumah
Rumah adalah asal dan dasar
Kita di ajarkan memakai bukan mencipta
Kita di ajarkan berbohong bukan jujur
Kita tidak menanam tapi menunggu di suap
Kembali ke rumah
Rumah adalah asal dan dasar
Sabtu, 18 Oktober 2014
Hidup
Api dan kayu memberi hidup
Air dan tanah membuat makanan
Hutan dan hujan membangun harapan
Cinta dan kasih pertemukan kita
Air dan tanah membuat makanan
Hutan dan hujan membangun harapan
Cinta dan kasih pertemukan kita
Anak sungai
Anak sungai yg satu memanggil yg lainnya
Mereka bermain dengan deru air terjun
Mereka saling bersahutan dan berjalan menuju ke laut
Hutan dan pohon menjaga mereka bermain
Mereka bermain dengan deru air terjun
Mereka saling bersahutan dan berjalan menuju ke laut
Hutan dan pohon menjaga mereka bermain
Limbah dan sampah kemajuan datang mengganggu
Batu dan kayu peradaban di depan menghalangi
Pertengkaran pun tak terelakan
Batu dan kayu peradaban di depan menghalangi
Pertengkaran pun tak terelakan
Hutan yang subur diperkosa dan tersiksa
Pohon bertekuk lutut dan tak bisa melerai pertengkaran
Pohon bertekuk lutut dan tak bisa melerai pertengkaran
Anak-anak sungai itu akhirnya menjadi anak-anak yg kehilangan arah
Mereka merobohkan rumah kemajuan
Mereka meruntuhkan gedung peradaban
Mereka membunuh juga pemiliknya
Mereka merobohkan rumah kemajuan
Mereka meruntuhkan gedung peradaban
Mereka membunuh juga pemiliknya
Otak
coba ku atur lagi otakku
coba ku atur lagi mulutku
coba ku atur lagi tanganku
coba ku atur lagi kakiku
coba ku atur lagi mulutku
coba ku atur lagi tanganku
coba ku atur lagi kakiku
terlalu berat saat aku berpikir
terlalu besar saat aku berujar
terlalu keras saat aku berjabatan
terlalu tergesa-gesa saat aku menarik langkah
terlalu besar saat aku berujar
terlalu keras saat aku berjabatan
terlalu tergesa-gesa saat aku menarik langkah
Aku ada untukmu
Aku tidak akan pergi meninggalkanmu
Aku masih disini.. aku masih ada..
Aku akan selalu bersamamu menatap langit biru
Kepada hatiku setiap hari aku mengatakan ini..
Aku masih disini.. aku masih ada..
Aku akan selalu bersamamu menatap langit biru
Kepada hatiku setiap hari aku mengatakan ini..
Jumat, 17 Oktober 2014
Aku adonara
ini margaku
kami satu darah
bermula tubuh
berasal jiwa
bermula tubuh
berasal jiwa
ini rumahku
keluargaku
beratap kasih
berdasar cinta
beratap kasih
berdasar cinta
ini desaku
kami terikat darah
berpegang tulus
berpijak benar
kami terikat darah
berpegang tulus
berpijak benar
ini tanahku
tanah leluhurku
berpagar langit
berpatok bumi
Aku adonara
tanah leluhurku
berpagar langit
berpatok bumi
Aku adonara
Untuk maharani
Terima kasih maharaniku
Berpuluh tahun hidup bersamaku
Dalam suka, dalam duka
Dalam senang, dalam sedih
Dalam suka, dalam duka
Dalam senang, dalam sedih
Terima kasih maharaniku
Berpuluh tahun menemani diriku
Melengkapiku, sempurnakanku
Menenangkanku, melegahkanku
Berpuluh tahun menemani diriku
Melengkapiku, sempurnakanku
Menenangkanku, melegahkanku
Tetap jadi tangisku
Tetap jadi sabarku
Jangan pernah berubah cintamu padaku
Jangan pernah berubah cintamu untukku
Tetap jadi sabarku
Jangan pernah berubah cintamu padaku
Jangan pernah berubah cintamu untukku
Rabu, 08 Oktober 2014
Sarjana tani
Anakku
tersayang..
Ayah dan ibu akan tiba di dermaga tanjung perak pukul 2 dini hari.
Tidurlah malam ini lebih awal ya nak.
Bila kapal damping bersauh ayah akan menelponmu.
Terimakasih ya nak..
Ibumu bahagia sekali, tidak sabar lagi melihatmu mengenakan toga itu.
Ayah dan ibu akan tiba di dermaga tanjung perak pukul 2 dini hari.
Tidurlah malam ini lebih awal ya nak.
Bila kapal damping bersauh ayah akan menelponmu.
Terimakasih ya nak..
Ibumu bahagia sekali, tidak sabar lagi melihatmu mengenakan toga itu.
Belum cukup berbakti
Ku tulis petuahmu
dihatiku dengan cahaya tinta menyala
Agar jiwaku ini terang dari gelap
Maafkan aku adonara-indonesiaku
Aku masih belum cukup berbakti..
Agar jiwaku ini terang dari gelap
Maafkan aku adonara-indonesiaku
Aku masih belum cukup berbakti..
Hampa
Mulai kelam,..
Gerimis ragu jatuh
Bulan sembunyi takut
Sepih mendesak, Segala binasa, Hanya menanti
Malam buntu,..
Hampa mengigit, Angin bertuba
Ajal bertahta dan berkata “datanglah padaku, aku menantimu”
Bulan sembunyi takut
Sepih mendesak, Segala binasa, Hanya menanti
Malam buntu,..
Hampa mengigit, Angin bertuba
Ajal bertahta dan berkata “datanglah padaku, aku menantimu”
Perempuan sejati
Kekasihku apakah isi dadamu?
Sabarkah? Tangiskah?
Tatap matamu buat lidahku keluh
Langkah kakimu buatku salah langkah
Isi kantongku saja yang buatmu ramah merapat denganku
Lemari berbingkai emas dariku saja yang buatmu tersenyum padaku
Aku seperti lemak yang tak kau suka
Gelang emas dan cincin berbalut intan permata dariku saja yang buatmu mencium dan memegang erat tanganku
Sepatu kaca dariku saja yang buatmu bertekuk hormat padaku
Dirimu seperti lipstik, rekah sesaat..
Kekasihku,, kepadamu telah ku berikan semua yang terbaik..
Tapi bila saatnya tiba semua ini harus aku akhiri
Aku berkata kepadamu bahwa sederhana saja bila ingin jadi kekasihku
Tak perlu ini dan itu dan bila kau menampik maka pergilah, menghilang saja dariku, aku akan merasa lebih tenang
Jika ingin jadi kekasihku, jadilah sabar dan jadilah tangis. Itu yang aku mau..
Tatap matamu buat lidahku keluh
Langkah kakimu buatku salah langkah
Isi kantongku saja yang buatmu ramah merapat denganku
Lemari berbingkai emas dariku saja yang buatmu tersenyum padaku
Aku seperti lemak yang tak kau suka
Gelang emas dan cincin berbalut intan permata dariku saja yang buatmu mencium dan memegang erat tanganku
Sepatu kaca dariku saja yang buatmu bertekuk hormat padaku
Dirimu seperti lipstik, rekah sesaat..
Kekasihku,, kepadamu telah ku berikan semua yang terbaik..
Tapi bila saatnya tiba semua ini harus aku akhiri
Aku berkata kepadamu bahwa sederhana saja bila ingin jadi kekasihku
Tak perlu ini dan itu dan bila kau menampik maka pergilah, menghilang saja dariku, aku akan merasa lebih tenang
Jika ingin jadi kekasihku, jadilah sabar dan jadilah tangis. Itu yang aku mau..
Semangat kerja
Detak dinding memanggilku kembali
Tuhan berikan aku semangat.
Aku tidak bersemangat hari ini.
Ingin tidur lagi tapi lapar
Ingin tidur lagi tapi tak lelap,
Kerja sudah menunggu.
Apakah yang harus aku lakukan??
Aku harus bersemangat mengumpulkan uang sebanyak2nya untuk orang2 tercinta
Aku bercerita kepadamu;
Semalam aku tidur dan bermimpi
Aku bermimpi bertemu sukses
Ia berdiri di sampingku dan menepuk pundakku
Ia menunjukan kepadaku peluang lewat lisan bibirnya
“bersemangatlah teman yang menentukan upah atau gajimu adalah dirimu sendiri,
Jangan tidur, bangun dan kejar mimpimu”.
Aku tidak bersemangat hari ini.
Ingin tidur lagi tapi lapar
Ingin tidur lagi tapi tak lelap,
Kerja sudah menunggu.
Apakah yang harus aku lakukan??
Aku harus bersemangat mengumpulkan uang sebanyak2nya untuk orang2 tercinta
Aku bercerita kepadamu;
Semalam aku tidur dan bermimpi
Aku bermimpi bertemu sukses
Ia berdiri di sampingku dan menepuk pundakku
Ia menunjukan kepadaku peluang lewat lisan bibirnya
“bersemangatlah teman yang menentukan upah atau gajimu adalah dirimu sendiri,
Jangan tidur, bangun dan kejar mimpimu”.
Jelata
Aku bukanlah raja
Aku bukanlah penguasa
Aku hanyalah jelata;
Yang lapar di lumbung penuh padi
Yang miskin di dapur penuh emas
Yang bodoh dan di kuasai zaman
Para raja dan penguasa tutup mata
Ketika mereka membuka mata si lapar, si miskin, dan si bodoh telah menelanjangi mereka
Mereka semua berasal dari satu tangan
Raja dan penguasa terlihat jauh lebih buruk
Aku hanyalah jelata;
Yang lapar di lumbung penuh padi
Yang miskin di dapur penuh emas
Yang bodoh dan di kuasai zaman
Para raja dan penguasa tutup mata
Ketika mereka membuka mata si lapar, si miskin, dan si bodoh telah menelanjangi mereka
Mereka semua berasal dari satu tangan
Raja dan penguasa terlihat jauh lebih buruk
Langganan:
Postingan (Atom)