Rabu, 16 April 2014

Aku adalah uang

berdua berjalan menuju ruang
sudut gelap penuh memeluk
tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang

rangka rumah diam terpaku
kuda-kuda sulit bernafas
bumbungan langit menjerit pilu

dipaksa, terpaksa, jadi terbiasa?
sudah terbiasa? entahlah,.

ada senyum cantik berhias getir
ada tawa manis tapi terasa anyir

Dinding mulai memudar
Ornamentasi hanya topeng
lantai di injak tanpa permisi

tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang
berdua saling berpeluk peluh
nikmat mendesah memecah ruang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar