berdua berjalan menuju ruang
sudut gelap penuh memeluk
tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang
rangka rumah diam terpaku
kuda-kuda sulit bernafas
bumbungan langit menjerit pilu
dipaksa, terpaksa, jadi terbiasa?
sudah terbiasa? entahlah,.
ada senyum cantik berhias getir
ada tawa manis tapi terasa anyir
Dinding mulai memudar
Ornamentasi hanya topeng
lantai di injak tanpa permisi
tanpa busana terlentang
terkulai di kamar yang remang
berdua saling berpeluk peluh
nikmat mendesah memecah ruang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar