Senin, 20 April 2015

Saudaraku jauh di pulau

hanya lewat telepon

jarak masih saja terentang
tangan sudah cukup lama tak bersalam

aku menulis rindu ini di sudut tanah lapang dusun,
di malam yang dingin dan sepih, ada bayangmu menari


aku melihat burung2 muda bernyanyi di kebun,
di pagi berkabut rendah, aku terngiang dirimu

saudaraku apa kabarmu

pulanglah di musim tanam ini, tinggallah beberapa hari disini
kita membersihkan rumput di kebun, menebas ranting2 pohon yang mengganggu,
membakar daun2 yang telah gugur, dan menyusun kembali batu dan kerikil yang berserak

kau boleh kembali setelah kebun kita bersih
kau boleh kembali untuk menantang hidup
kami menunggu kabarmu disini

hanya lewat telepon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar