Lima syair kehidupan

Saudara sahabat, coba baca sejenak lima syair kehidupan yg ku paku dalam kotak ini. Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari saya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Hampa

Mulai kelam,..
Gerimis ragu jatuh
Bulan sembunyi takut
Sepih mendesak, Segala binasa, Hanya menanti


Malam buntu,..
Hampa mengigit, Angin bertuba
Ajal bertahta dan berkata “datanglah padaku, aku menantimu”
Diposting oleh Lima di 23.32
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Lima syair

  • ►  2010 (11)
    • ►  November 2010 (11)
  • ►  2012 (20)
    • ►  Oktober 2012 (6)
    • ►  November 2012 (12)
    • ►  Desember 2012 (2)
  • ►  2013 (10)
    • ►  Oktober 2013 (3)
    • ►  Desember 2013 (7)
  • ▼  2014 (37)
    • ►  Februari 2014 (3)
    • ►  April 2014 (12)
    • ►  Agustus 2014 (7)
    • ▼  Oktober 2014 (14)
      • Jelata
      • Semangat kerja
      • Perempuan sejati
      • Hampa
      • Belum cukup berbakti
      • Sarjana tani
      • Untuk maharani
      • Aku adonara
      • Aku ada untukmu
      • Otak
      • Anak sungai
      • Hidup
      • Kembali ke rumah
      • Anak jalanan
    • ►  November 2014 (1)
  • ►  2015 (11)
    • ►  Maret 2015 (5)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  Mei 2015 (3)
  • ►  2016 (4)
    • ►  April 2016 (4)

Mengenai Saya

Lima
Lihat profil lengkapku

Hak cipta Lius Lima (https://www.facebook.com/lius.lima). Tema PT Keren Sekali. Diberdayakan oleh Blogger.