Kekasihku apakah isi dadamu?
Sabarkah? Tangiskah?
Tatap matamu buat lidahku keluh
Langkah kakimu buatku salah langkah
Isi kantongku saja yang buatmu ramah merapat denganku
Lemari berbingkai emas dariku saja yang buatmu tersenyum padaku
Aku seperti lemak yang tak kau suka
Gelang emas dan cincin berbalut intan permata dariku saja yang buatmu mencium dan memegang erat tanganku
Sepatu kaca dariku saja yang buatmu bertekuk hormat padaku
Dirimu seperti lipstik, rekah sesaat..
Kekasihku,, kepadamu telah ku berikan semua yang terbaik..
Tapi bila saatnya tiba semua ini harus aku akhiri
Aku berkata kepadamu bahwa sederhana saja bila ingin jadi kekasihku
Tak perlu ini dan itu dan bila kau menampik maka pergilah, menghilang saja dariku, aku akan merasa lebih tenang
Jika ingin jadi kekasihku, jadilah sabar dan jadilah tangis. Itu yang aku mau..
Tatap matamu buat lidahku keluh
Langkah kakimu buatku salah langkah
Isi kantongku saja yang buatmu ramah merapat denganku
Lemari berbingkai emas dariku saja yang buatmu tersenyum padaku
Aku seperti lemak yang tak kau suka
Gelang emas dan cincin berbalut intan permata dariku saja yang buatmu mencium dan memegang erat tanganku
Sepatu kaca dariku saja yang buatmu bertekuk hormat padaku
Dirimu seperti lipstik, rekah sesaat..
Kekasihku,, kepadamu telah ku berikan semua yang terbaik..
Tapi bila saatnya tiba semua ini harus aku akhiri
Aku berkata kepadamu bahwa sederhana saja bila ingin jadi kekasihku
Tak perlu ini dan itu dan bila kau menampik maka pergilah, menghilang saja dariku, aku akan merasa lebih tenang
Jika ingin jadi kekasihku, jadilah sabar dan jadilah tangis. Itu yang aku mau..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar